Cara Mengkontrol Emosi Kepada Anak

Senyum tersebut akan ditanggapi emosi anak sebagai bentuk orang tersebut tidaklah jahat. Sikap ini memang mencemaskan, apalagi jika sering dilakukan buah hati Bunda. Tujuannya agar ia sadar tidak akan memperoleh perhatian yang dia inginkan dengan cara mengamuk. Tantrum ini sebenarnya merupakan luapan emosi buah hati Bunda untuk mendapatkan perhatian.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Jika keempat pendekatan di atas tidak berhasil dalam mengontrol emosimu, langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mengendalikan respons mu. Jantung mu mungkin akan berdetak lebih kencang karena sensasi tidak menyenangkan saat kamu merasa cemas atau marah. Stimulus atau pemicu emosi yang sama dapat menimbulkan emosi yang berbeda. Contohnya, kita memendam perasaan kesal ketika di tempat kerja, ketika di rumah kita meluapkan emosi dengan meneriaki anggota keluarga di rumah.

Muhsin al-Musawwa, seorang sayyid kelahiran Palembang, yang menjadi Rektor yang pertama. Ia berpendapat bahwa peninggkatan kedudukan umat Islam di India dapat diwujudkan dengan bekerjasama dengan Inggris. Kemudian mendirikan lembaga pendidikan, sekolah Inggris mudarabbah 1864.

Ibarat seorang yang sedang di atas kendaraan, yang mengemudikan kendaraan butuh kaca spion untuk melihat kondisi di belakangnya, dengan mengetahui itu, dia lebih leluasa mengendalikan kendaraan mencapai tujuannya. Begitu anak meluncurkan perilaku agresifnya, maka segera minta ia untuk berhenti memukul, meninju, atau menendang sesingkat mungkin. Rentang perhatian anak-anak masih sangat singkat untuk memahami instruksi yang terlalu panjang, lebih-lebih saat mereka emosional. Oleh karenanya, cara yang dapat dilakukan orang tua adalah menangani rasa frustrasi dan amarah mereka dengan cara yang tepat.

Namun dari ketiga institusi pendidikan yang tetap eksis dengan format yang lebih trendy hanyalah Pesantren, sedangkan munasah dan surau tidak terdengar lagi kiprahnya. sehingga banyak bahasan, ulasan dan penelitian dilakukan para ahli pendidikan terhadap Pesantren di Indonesia. Melakukan pembaharuan pendidikan di Al-Azhar dengan memasukkan ilmu modern. Mendirikan komite perbaikan administrasi Al-Azhar tahun 1895, melaksanakan pembaruan administratif yang bermanfaat. Pembaharuan pendidikan di dunia Islam dimulai dikerajaan Turki Usmani. Faktor yang melatar belakangi gerakan pembaharuan bermula dari kekalahan-kekalahan kerajaan Usmani dalam peperangan dengan Eropa.

Dari tabel di atas dapat dilihat fasilitas-fasilitas yang ada di pesantren di Indonesia, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat memadai. Kata pembaruan dapat dikelompokkan kepada tiga makna yaitu Pertama, pengembalian sesuatu kepada konsepnya yang lama, dimana konsep itu sudah kabur, semu, tidak seperti yang seharusnya. Kedua, Pembaruan yang berupaya menemukan kembali atau menafsir ulang bentuk nilai, etos, dan semangat dalam konteks kekinian sesuai kondisi yang melingkupi.

Ini adalah langkah yang tepat untuk mencontohkan perilaku yang baik. Salah satu contoh yang baik untuk diterapkan dirumah bersama dengan anak-anak adalah tidak marah. Selain memberikan penegasan pada anak, menghitung satu sampai sekian bisa membantu kamu menahan emosi. Namun, jika si kecil masih belum mematuhi perintahmu, coba untuk memberikan peringatan lagi dengan sikap yang tegas tanpa harus meneriaki atau membentak anak. Salah satu alasan kuat mengapa orangtua tidak bisa menahan emosi pada anaknya ketika mereka berbuat salah adalah rasa takut.

Dengan begitu, si anak akan tahu jika dia salah karena melanggar aturan. Mengatasi anak pemarah selanjutnya adalah dengan mengendalikan emosi. Pengendalian emosi ini penting bagi orang tua untuk mencegah anak menjadi pemarah untuk seterusnya. Emosi orang tua yang terkendali dapat membantu meredakan emosi anak juga, dengan begitu kemarahan anak tidak akan berlangsung lama. Riset menunjukkan, bahwa dengan semakin tenang berbicara, semakin mudah juga menenangkan perasaan dan menahan emosi. Sebaliknya, jika menggunakan kata makian atau bentakan, semakin naik juga amarah dalam diri orang tua.

Ini menunjukkan tidak ada rasa terganggu atau berat hati bila rumah mereka dipakai tempat belajar. Seharusnya, mereka berbangga hati karena pelajar-pelajar harus datang ke rumah mereka untuk bertanya dan belajar. Banyak laporan sejarah yang menjelaskan bahwa banyak pelajar yang menunggu di depan pintu rumah ulama-ulama.