Bagaimana Cara Ibu Bisa Mengontrol Emosi Terhadap Anak

Selanjutnya, bahkan Islam telah banyak menghilangkan karakter aslinya, yang mana telah didasarkan dari kehidupan padang pasir, banyak dari perkembangan intelektual tersebut tidak bertentangan dengan hakikat ajaran Islam. Karenanya, semua aspek-aspek itu telah menciptakan batasan kebudayaan dan kebangkitan aliran rasionalistik, yang mana pada gilirannya, menggiring kepada masa keemasan Islam. Masa keemasan tersebut telah berhasil menjembatani antara ilmu pengetahuan klasik dan kebangkitan bangsa Eropa, yang kemudian menggiring kepada masa industrialisasi dan modernisasi bangsa Eropa dan Dunia.

Namun bukan tidak mungkin Moms dapat meredam amarah saat emosi berkecamuk di dada. “Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan , baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” Setelah anak puas melampiaskan amarahnya, cobalah untuk mengajaknya berbincang dari hati ke hati.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Jelaskan juga pada anak bahwa ada waktu bagi Ibu untuk bekerja, mengurus rumah, dan menghabiskan waktu bersama mereka. Meski manusiawi, kita sebaiknya menahan segala emosi yang muncul dari hati agar tak merusak dan berubah menjadi kekerasan. Emosi ini seringkali sulit untuk ditahan, padahal bisa jika tak terkendali kemarahan bisa menyakiti diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita. Sikap konsisten adalah hal terpenting dalam menerapkan disiplin pada anak. Upayakan agar Bunda dan Ayah memberikan aturan yang sama, agar ia tidak bingung dan merasa serba salah. Setelah anak setuju untuk mematuhi aturan, diskusikan hal ini bersama bersama anggota keluarga lain.

Dr.Paul Ekman, Profesor Psikologi di UCSF, salah satu ahli yang memetakan emosi untuk mengembangkan pikiran yang tenang. Tapi kalau orangtua melakukannya secara mendadak, anak pasti menangis dan lebih sulit untuk membuatnya beristirahat. Selain kata-kata kasar, kekerasan seperti memukul juga membahayakan anak. Kekerasan yang diterima anak sakan menyakiti baik psychological dan fisik mereka.

Pikiran yang positif menjadi salah satu solusi untuk dapat mengatasi marah pada anak. Dan kabar baiknya berfikir positif adalah untuk menjaga kesehatan pada tubuh sehari-hari. Cara ketiga untuk mengatasi anak yang marah adalah menunjukkan sikap yang tenang akan kemarahan anak tersebut.

Ingat, tidak semua kenakalan anak harus direspon dengan cara memarahi atau menghukum anak. Dengan begitu, Anda pun akan lebih tenang dalam menghadapi ulah si kecil. Terlebih jika sebelumnya Bunda sudah mencoba menenangkan diri dengan menarik napas panjang, dan mengembuskan perlahan-lahan namun tetap tidak berhasil. Jika perlu minta bantuan pasangan atau anggota keluarga untuk mengawasi Si Kecil lebih dahulu, sementara Bunda menenangkan diri. Nah, jika si kecil masih belum mematuhi perintah, coba untuk memberi peringatan lagi dengan sikap yang tegas tanpa meneriaki atau membentak anak. Kedua, kita bisa pergi menjauh dulu dari si kecil, misalnya ke kamar.